KEKERASAN VERBAL DALAM KOMENTAR NETIZEN DI TWITTER BPJS KESEHATAN
DOI:
https://doi.org/10.51817/kimli.vi.77Keywords:
bpjs kesehatan, kekerasan verbal, gaya bahasaAbstract
Bahasa sebagai alat komunikasi digunakan penuturnya untuk mengekspresikan gagasan dan pikirannya, baik secara lisan maupun tulisan. Gagasan atau pikiran tersebut dapat menunjukkan ekspresi senang, sedih, marah, benci, kesal, dan sebagainya. Ekspresi negatif, misalnya marah, benci, kesal, dinyatakan dalam kata, frasa, kalimat yang dapat menyinggung perasaan orang, kelompok, atau lembaga, seperti komentar netizen di Twitter BPJS Kesehatan. Komentar negatif yang berkaitan dengan kebijakan dan layanan BPJS Kesehatan dinyatakan dalam bahasa yang lugas dan apa adanya sehingga terkesan tidak sopan dan kasar. Tidak sopan dan kasar tersebut mengarah pada bentuk kekerasan verbal. Kekerasan verbal adalah kata-kata yang diucapkan dan/atau ditulis, baik berupa memaki, menyindir, sumpah serapah, mengancam, maupun mengeluarkan kata-kata kasar (Astuti, 2013). Masalah dalam tulisan ini adalah bagaimana bentuk dan jenis kekerasan verbal yang terdapat dalam komentar netizen di Twitter BPJS Kesehatan. Apakah kekerasan verbal dalam komentar tersebut masih sesuai dengan norma yang lazim pada masyarakat Indonesia. Tulisan ini menggunakan metode deskriptif kualitatif, yaitu mendeskripsikan data kebahasaan secara apa adanya dan memaparkannya secara kualitatif. Data diambil dalam komentar netizen di Twitter BPJS Kesehatan yang mengandung kekerasan verbal. Kekerasan verbal yang dimaksud adalah kata, frasa, kalimat yang memiliki makna menyindir, menghinakan, membesar-besarkan kesalahan, memaki/ sumpah serapah. Sumber data adalah komentar netizen di Twitter BPJS Kesehatan dari bulan Oktober 2020—Desember 2020. Meskipun data diambil dari waktu tersebut, komentar banyak yang diunggah pada tahun sebelumnya yang tetap diambil sebagai data. Teknik yang digunakan adalah teknik simak dan catat. Teknik simak ialah teknik yang digunakan untuk mendapatkan data dengan menyimak, yaitu menyimak komentar netizen di Twitter BPJS Kesehatan yang mengandung kekerasan verbal, kemudian mencatatnya di kartu data. Selanjutnya, data dikelompok-kelompokkan, direduksi, dan dianalisis. Dari pengelompokan dan analisis data diperoleh bahwa kekerasan verbal dalam komentar netizen di Twitter BPJS Kesehatan menggunakan kekerasan verbal dengan gaya bahasa dalam bentuk kata, frasa, kalimat dan jenis gaya bahasa alusio, satire, ironi, sinisme, dan sarkasme. Hal tersebut memberi gambaran bahwa ketidakpuasan atau sentimen negatif netizen terhadap kebijakan dan layanan BPJS masih banyak dikeluhkan. BPJS Kesehatan harus terus meningkatkan pelayanannya kepada masyarakat sebagai bentuk pelayanan publik yang diselenggarakan oleh Pemerintah untuk memenuhi kebutuhan dasar yang memadai atau layak.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NoDerivatives 4.0 International License.