KEBEBASAN BERPENDAPAT BERALIH UJARAN KEBENCIAN: KAJIAN MAKNA KONOTASI UJARAN KEBENCIAN KEPADA PENGGEMAR K-POP DI TWITTER
DOI:
https://doi.org/10.51817/kimli.vi.69Keywords:
makna konotasi, disfemisme, tindak tutur, ujaran kebencian, penggemar K-PopAbstract
Banyak orang menggunakan twitter sebagai sarana untuk mengemukakan pendapat atau mengkritik suatu hal. Namun tidak jarang, netizen twitter salah kaprah dalam menginterpretasi konsep kebebasan berpendapat yang pada akhirnya menggiring kepada komentar kebencian, salah satunya mengkritik penggemar K-Pop. Kebanyakan masyarakat Indonesia memandang sebelah mata terhadap penggemar K-Pop. Sehingga, konsep kebebasan berpendapat berubah menjadi meluapkan emosi, menyebar berita hoax, sampai menghina dan menjatuhkan orang lain. Makna konotasi diduga sering digunakan netizen twitter untuk mengkritik penggemar K-Pop, tetapi lebih menonjolkan unsur-unsur ujaran kebencian. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk-bentuk konotasi ujaran kebencian yang mengakibatkan disfemisme serta tinjauannya dalam pandangan pragmatik. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Data penelitian diperoleh dari unggahan netizen twitter jangka waktu Januari-Maret 2021 yang diduga bermuatan komentar kebencian. Berdasarkan analisis, bentuk ujaran kebencian kepada penggemar K-Pop memiliki makna konotasi negatif seperti kata kasar, kotor, dan tabu yang memiliki tujuan seperti penghinaan, pencemaran nama baik, penistaan, perbuatan yang tidak menyenangkan, serta provokasi atau menghasut. Dampak penggunaan konotasi dalam ujaran kebencian mengakibatkan disfemisme tipe remodelling, akronim, pernyataan tersembunyi dan substitute.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NoDerivatives 4.0 International License.