REPRESENTASI PEREMPUAN MODERN DALAM KORPUS PERS ISLAM AWAL ABAD XX
DOI:
https://doi.org/10.51817/kimli.vi.59Keywords:
linguistik korpus, korpus pers Islam awal abad XX, representasi perempuan modern, korpus linguistikAbstract
Pers Islam awal abad XX mulai menggambarkan perempuan modern di Hindia Belanda. Beberapa teks pers Islam mencitrakan perempuan modern sebagai perempuan yang mengakses pendidikan atau bersekolah; dan turut serta dalam pergerakan pemuda atau studieclub. Terkait dengan hal tersebut, penelitian ini menelisik lebih luas ekspresi linguistik pada korpus pers Islam yang merepresentasikan perempuan modern pada awal abad XX. Penelitian ini pun memanfaatkan metode linguistik korpus, terutama fitur wordlist, collocation, dan keyword in context. Sumber data penelitian ini, Oetoesan Islam, Sinar Islam, Insjaf, Sawoenggaling Al Qisthaus, Lembaga Baroe, Pewarta Arab yang terbit antara 1915 s.d. 1935. Adapun temuan dalam penelitian ini adalah ekspresi linguistik yang mengindikasikan representasi perempuan adalah perampoean, isteri, gadis, dan perempoean. Sementara itu, Representasi perempuan yang ditampilkan dalam pers Islam abad XX adalah perempuan modern digambarkan sebagai perempuan yang dapat mengakses pendidikan tanpa melupakan pendidikan agama, perempuan modern juga digambarkan sebagai perempuan yang aktif dalam organisasi; perempuan modern juga ditampilkan sebagai perempuan yang menyuarakan hak-hak perempuan.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NoDerivatives 4.0 International License.