VITALITAS BAHASA KOMERING DI KABUPATEN OKU TIMUR
DOI:
https://doi.org/10.51817/kimli.vi.49Keywords:
Vitalitas Bahasa, Bahasa Komering, OKU TimurAbstract
Bahasa Komering merupakan salah satu rumpun bahasa besar di Sumatera Selatan. Wilayah penggunaan bahasa Komering meliputi meliputi beberapa tempat di kabupaten OKI, OKU, OKU Selatan, dan OKU Timur. Tujuan penelitian ini untuk menentukan vitalitas bahasa Komering yang hidup dan berkembang di wilayah Provinsi Sumatera Selatan, khususnya Kabupaten OKU Timur dan menemukan status bahasa Komering sebagai warisan leluhur masyarakat di wilayah Sumatera Selatan (dengan lima derajat vitalitas: sangat terancam/punah, terancam punah, mengalami kemunduran, rentan, dan aman). Kajian vitalitas bahasa menggunakan teknik angket (kuesioner), observasi, dan wawancara. Teknik angket diterapkan untuk memperoleh data mengenai situasi kebahasaan dengan menggunakan angket tertutup, yaitu angket yang telah disediakan pilihan jawabannya. Bentuk angket yang digunakan adalah angket berjenjang dengan dua jawaban, yaitu ya dan tidak. Materi kuesioner mengandung data pribadi responden untuk mengetahui data informan yang meliputi jenis kelamin, umur, status perkawinan, jenis pekerjaan kerja, tingkat pendidikan, dan waktu berdomisili. Selain itu, terdapat beberapa variabel dan indikator kajian, yaitu: penutur, kontak bahasa, bilingualisme, posisi masyarakat penutur, ranah penggunaan bahasa, sikap bahasa, regulasi pembelajaran, dokumentasi, dan tantangan baru. Alternatif-alternatif jawaban yang ada dalam kuesioner merujuk pada skala Guttman dan skala Likert. Data kualitatif kajian vitalitas bahasa dianalisis dengan menggunakan model analisis interaktif yang terdiri atas tiga kegiatan utama yang berkaitan satu sama lain. Kegiatan tersebut meliputi reduksi data (data reduction), sajian data (data display), dan penarikan kesimpulan/verifikasi (conclusion drawing). Hasil penelitian dari pengolahan data kuantitatif menunjukkan bahwa vitalitas bahasa Komering menghasilkan nilai indeks 0, 63 (stabil tetapi perlu dirawat). Indeks jumlah penutur: aman. Indeks kontak bahasa, bilingualisme, posisi dominan masyarakat, penutur, ranah penggunaan bahasa, dan sikap bahasa: stabil. Indeks pembelajaran, dokumentasi, dan tantangan baru mengalami kemunduran sedangkan regulasi terancam. Karena itu perlu upaya regulasi dan kebijakan pemerintah dan perhatian pihak-pihak terkait secara khusus agar bahasa Komering tetap dalam kondisi aman dan lestari. Selain itu, bahasa komering harus hadir dalam berbagai bentuk sehingga mudah dan mengena untuk dipelajari dan dikenali masyarakat.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NoDerivatives 4.0 International License.