METAFORA DAN SIMILE DALAM PANYANDRA PANGGIH
DOI:
https://doi.org/10.51817/kimli.vi.38Keywords:
pernikahan, Jawa, panyandraAbstract
Pernikahan merupakan fase hidup kedua manusia setelah kelahiran dan sebelum kematian. Pernikahan dalam adat Jawa pun dianggap sakral sehingga banyak terdapat acara atau ritual dari sebelum menikah sampai setelah menikah. Pada sepanjang acara pernikahan adat Jawa, terdapat pembawa acara yang menyampaikan penjelasan mengenai penggambaran keadaan yang sedang berlangsung. Hal yang disampaikan tersebut disebut panyandra. Panyandra disampaikan untuk menggambarkan suasana, peristiwa, dan perasaan orang yang terlibat dalam acara pernikahan. Dalam penyampaian panyandra, banyak digunakan pengandaian untuk menggambarkan peristiwa yang sedang berlangsung. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan dan melihat pengandaian yang banyak terdapat pada panyandra untuk menjelaskan atau menggambarkan keadaan saat peristiwa terjadi, yaitu metafora dan simile. Panyandra yang akan digunakan pada penelitian ini adalah panyandra pada upacara panggih dari buku Mutiara Wicara Jawa yang ditulis oleh Suwardi Endraswara. Klausa yang terdapat pada panyandra diobservasi satu per satu untuk dapat menemukan metafora dan simile yang ada. Pengklasifikasian tersebut sesuai dengan teori metafora dan simile oleh Knowles dan Moon (2006). Hasil dari penelitian ini adalah pembuktian bahwa pada panyandra benar adanya banyak ditemukan metafora dan simile yang digunakan untuk menjelaskan peristiwa yang sedang berlangsung.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NoDerivatives 4.0 International License.