NEW NORMAL DALAM TANDA RUANG PUBLIK: SEBUAH KAJIAN LANSKAP LINGUISTIK

Authors

  • I Putu Permana Mahardika Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga Provinsi Bali
  • Husni Husni Universitas Dayanu Ikhsanuddin, Baubau

DOI:

https://doi.org/10.51817/kimli.vi.36

Abstract

Penelitian berjudul New Normal dalam Tanda Ruang Publik: Sebuah Kajian Lanskap Linguistik memiliki tujuan khusus untuk menjelaskan fenomena new normal atau tatanan kehidupan baru yang disebabkan oleh Covid-19. Pendekatan kualitatif digunakan untuk mengumpulkan data, dengan melakukan pengamatan langsung, dan melakukan dokumentasi dengan teknik fotografi. Data dalam penelitian ini diperoleh dari pusat perbelanjaan, tempat ibadah, tempat wisata, dan jalanan di wilayah Kota Denpasar dan Kuta. Analisis data dilakukan menggunakan teori Lanskap Linguistik oleh Landry dan Bourhis. Hasil menunjukkan bahwa, terdapat frasa new normal pada tanda ruang publik mengalami pergeseran makna. Frasa tersebut digunakan tidak hanya sebagai ajakan kepada masyarakat untuk melaksanakan tatanan kehidupan era baru, sesuai Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor HK.01.07/ MENKES/328/2020 tentang Protokol Kesehatan bagi Masyarakat di Tempat dan Fasilitas Umum dalam Rangka Pencegahan dan Pengendalian Coronavirus Disease 2019 (Covid-19), tetapi juga sebagai sarana promosi usaha, barang, maupun jasa. Di sisi lain, penggunaan bahasa pada tanda ruang publik new normal didominasi oleh bahasa Indonesia, bahasa asing (Inggris), serta bahasa Indonesia dan asing. Tanda ruang publik berbahasa Indonesia dominan dikeluarkan oleh otoritas pemegang kebijakan wilayah, sedangkan bahasa asing dan bahasa Indonesia dominan dikeluarkan oleh pihak swasta.

Published

2022-04-02

How to Cite

Permana Mahardika, I. P. ., & Husni, H. (2022). NEW NORMAL DALAM TANDA RUANG PUBLIK: SEBUAH KAJIAN LANSKAP LINGUISTIK. Kongres Internasional Masyarakat Linguistik Indonesia, 130–135. https://doi.org/10.51817/kimli.vi.36