PERAN CERITA RAKYAT “KI AGENG MIRAH“ DALAM MEMPERTAHANKAN IDENTITAS BUDAYA PONOROGO DI TENGAH ARUS MODERNISASI
DOI:
https://doi.org/10.51817/kimli.v2025i.194Keywords:
Cerita Rakyat Ki Ageng Mirah, Identitas Budaya, Ponorogo, Modernisasi, Pelestarian BudayaAbstract
Peran Cerita Rakyat “Ki Ageng Mirah” dalam Mempertahankan Identitas Budaya Ponorogo di Tengah Arus Modernisasi merupakan penelitian kualitatif yang bertujuan untuk mengeksplorasi bagaimana cerita rakyat ini berfungsi sebagai alat untuk mempertahankan dan melestarikan identitas budaya masyarakat Ponorogo. Cerita rakyat “Ki Ageng Mirah” tidak hanya menjadi bagian dari warisan budaya, tetapi juga berperan penting dalam membentuk karakter dan nilai-nilai masyarakat setempat. Dalam konteks modernisasi yang cepat, di mana budaya global sering kali mendominasi, cerita ini memberikan ruang bagi masyarakat untuk mengingat dan menghargai tradisi mereka. Penelitian ini menggunakan metode wawancara mendalam dengan tokoh masyarakat, seniman lokal, dan generasi muda untuk memahami persepsi mereka terhadap cerita “Ki Ageng Mirah”. Hasil penelitian menunjukkan bahwa cerita ini tidak hanya dipandang sebagai hiburan, tetapi juga sebagai sarana pendidikan moral dan etika. Selain itu, cerita ini menjadi simbol identitas yang kuat bagi masyarakat Ponorogo, membantu mereka untuk tetap terhubung dengan akar budaya mereka di tengah pengaruh modernisasi. Dengan demikian, penelitian ini menekankan pentingnya pelestarian cerita rakyat sebagai bagian integral dari identitas budaya lokal. Melalui pemahaman yang lebih dalam tentang peran cerita rakyat seperti “Ki Ageng Mirah”, diharapkan masyarakat dapat lebih aktif dalam melestarikan warisan budaya mereka dan menghadapi tantangan modernisasi tanpa kehilangan jati diri.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Nasikhatul Ulla Al Jamiliyati, Sunaidin Ode Mulae

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NoDerivatives 4.0 International License.