PARTIKEL DALAM PERTUNJUKAN LENONG DI PINGGIRAN JAKARTA SEBAGAI PENANDA KEARIFAN LOKAL

Authors

  • Dewi Nastiti Lestariningsih Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa

DOI:

https://doi.org/10.51817/kimli.vi.18

Keywords:

lenong, alih kode, partikel, kearifan lokal

Abstract

Lenong merupakan kesenian yang berasal dari etnis Betawi, Jakarta. Kesenian tersebut diiringi oleh gambang kromong yang memadukan dua kebudayaan yang berbeda, Tionghoa dan Betawi. Rekam jejak masyarakat Betawi tergambar dalam pantun-pantunya. Struktur lenong terdiri atas beberapa lakon yang di dalamnya terdapat pantun yang dinyanyikan dengan improvisasi pemain serta  timpalan yang merupakan respons penonton sebagai media dalam kesenian tersebut.  Salah satu penanda timpalan tersebut adalah wujud bahasa yang ditemui dalam partikel. Partikel ini tidak muncul begitu saja, tetapi sarat akan kearifan lokal yang dimiliki oleh masyarakat pemilik pertunjukan lenong. Dengan menggunakan alih kode dalam sosiolinguistik, kajian ini membedah makna kearifan lokal yang terkandung dalam partikel bahasa Betawi tersebut. Berdasarkan hasil analisis dengan menggunakan alih kode, dapat disimpulkan bahwa partikel {yah, nih, nah dan sih} dalam pertunjukan lenong merupakan sarana untuk mengungkapkan kearifan lokal yang berkaitan dengan nilai-nilai nasihat berupa penegasan, anjuran, dan pengharapan yang melekat pada bentuk persuasif. Nilai-nilai yang terkandung dalam sebuah karya tidak dapat dilepaskan dari sejarah dan budaya masyarakat pemiliknya, maka pemaknaan yang dilakukan tidak akan terlepas dari konteks sosial dan budaya masyarakat pemilik pertunjukan lenong.

Published

2022-04-02

How to Cite

Nastiti Lestariningsih, D. . (2022). PARTIKEL DALAM PERTUNJUKAN LENONG DI PINGGIRAN JAKARTA SEBAGAI PENANDA KEARIFAN LOKAL. Kongres Internasional Masyarakat Linguistik Indonesia, 35–40. https://doi.org/10.51817/kimli.vi.18