BAHASA DAN POLITIK DALAM WACANA GLOBAL: ANALISIS KRITIS TERHADAP FRAMING, RETORIKA, DAN KEKUASAAN

Authors

  • Nuraini Kasman Universitas Muhammadiyah Sidenreng Rappang
  • Muh. Hanafi Muh. Hanafi Universitas Muhammadiyah Sidenreng Rappang
  • Aswadi Aswadi Universitas Muhammadiyah Sidenreng Rappang
  • Rosmini Kasman Universitas Muhammadiyah Sidenreng Rappang

DOI:

https://doi.org/10.51817/kimli.v2025i.172

Keywords:

Bahasa, Politik, Retorika politik, Kekuasaan, Opini publik

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji hubungan antara bahasa dan politik serta pengaruh keduanya dalam membentuk opini publik, identitas politik, dan kebijakan politik. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif dan analisis wacana kritis (CDA) sebagai metode utama, penelitian ini mendalami penggunaan bahasa dalam politik melalui studi kasus di tiga negara dengan konteks politik yang berbeda: Amerika Serikat, Indonesia, dan Uni Eropa. Fokus utama penelitian ini meliputi teknik framing, retorika politik, serta peran kekuasaan dalam bahasa. Teknik framing digunakan oleh politisi dan media untuk memengaruhi persepsi publik terhadap isu-isu politik yang penting, seperti ekonomi, keamanan, dan kebijakan sosial. Melalui framing ini, persepsi masyarakat terhadap masalah tertentu dapat dibentuk sedemikian rupa, sehingga menciptakan sudut pandang yang mendukung atau menentang kebijakan tertentu secara strategis. Selain itu, retorika politik, yang sering kali melibatkan penggunaan metafora, simbol, dan narasi emosional, berperan besar dalam membangun identitas politik, memperkuat solidaritas nasional, dan membentuk konsensus sosial. Di banyak negara, termasuk yang berpotensi otoriter, bahasa digunakan sebagai alat untuk memperkuat kekuasaan dan mengontrol narasi politik dengan mendominasi media dan ruang publik. Penelitian ini juga menyoroti peran penting media sosial, yang dalam beberapa tahun terakhir telah menjadi arena utama dalam pembentukan opini publik. Di platform digital, bahasa yang digunakan cenderung lebih informal, langsung, dan lebih cepat dalam menyebarkan pesan politik, sehingga memudahkan mobilisasi massa dan penyebaran ideologi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bahasa politik bukan sekadar alat komunikasi, melainkan strategi untuk membentuk identitas kolektif, memobilisasi dukungan politik, dan memperkuat struktur kekuasaan. Penelitian ini memberikan wawasan yang lebih mendalam mengenai dinamika wacana politik global, terutama yang berkaitan dengan isu identitas nasional, imigrasi, dan kebijakan ekonomi.

Downloads

Published

2026-04-07

How to Cite

Kasman, N. ., Muh. Hanafi, M. H., Aswadi, A., & Kasman, R. . (2026). BAHASA DAN POLITIK DALAM WACANA GLOBAL: ANALISIS KRITIS TERHADAP FRAMING, RETORIKA, DAN KEKUASAAN. Kongres Internasional Masyarakat Linguistik Indonesia, 2025. https://doi.org/10.51817/kimli.v2025i.172